Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen beserta Pengertiannya

Enterha - Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen beserta Pengertiannya

Enterha.com - Pada postingan kali ini kita akan belajar mengenai unsur-unsur penting yang harus diperhatikan dalam membuat cerpen.

Unsur-unsur cerita pendek itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Keduanya akan saya bahas secara lengkap beserta pengertiannya pada tulisan ini.

Mungkin sudah tidak asing bagi kita dengan istilah cerpen (Cerita Pendek) yang memiliki arti sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk tulisan yang pendek, biasanya memaparkan kisah atau cerita tentang kehidupan manusia.

Sekarang cerpen sudah menjadi bahan bacaan populer yang digemari oleh masyarakat pada umumnya dalam mengisi waktu-waktu luang yang singkat, karena cerpen diperuntukkan sebagai bahan bacaan sekali duduk.

Cerita pendek yang hanya terdiri dari 500 – 20.000 kata, mengandung satu konflik, satu plot, satu watak, dan satu kesan didalamnya. Membuat cerpen menjadi bahan bacaan ringan yang cocok menemani sobat pembaca di sela-sela waktu luang atau waktu menunggu yang terbilang sebentar.

Meskipun ceritanya pendek, cerpen memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri, karena pada cerpen setiap paragrafnya menyajikan kesan yang dalam dan padat  secara terus menerus sampai pada paragraf terakhir. Cerpen menyajikan ceritanya dengan ketat tanpa basa-basi yang  berlebihan sehingga tiap paragrafnya menimbulkan kesan yang membuat pembaca ingin terus membacanya hingga akhir.

Untuk dapat menciptakan karya tulis cerpen yang baik, menarik, berkualitas, dan bisa diterima dengan baik oleh kalangan pembaca, maka kita perlu memperhatikan beberapa unsur penting dalam pembuatannya.

Adapun unsur-unsur tersebut berserta penjelasannya adalah sebagai berikut.

Unsur Intrinsik


Unsur Instrinsik Cerpen adalah unsur pembangun cerpen yang berasal dari dalam cerita itu sendiri. Kalau kita ibaratkan sebuah bangunan maka unsur intrinsik merupakan komponen bangunannya.

Unsur intrinsik terdiri dari tema, alur atau plot, tokoh penokohan, latar cerita, dan sudut pandang. 

Mari kita bahas satu per satu.

Tema


Tema adalah gagasan inti atau ide pokok pikiran utama yang melandasi sebuah cerita. Tema merupakan dasar terbentuknya sebuah cerita. Tema haruslah menjadi pusat dalam rangkaian pembuatan cerpen, agar cerpen yang kita buat tidak keluar dari dasar cerita yang sudah kita tentukan di dalam sebuah tema.

Tema bisa dianalogikan sebagai pondasi sebuah bangunan, Jika teman-teman membuat bangunan tanpa pondasi, teman-teman bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi. Sama halnya dengan membuat cerpen, unsur yang harus kita perhatikan pertama kali adalah tema, sebuah pondasi cerita untuk membuat cerita yang kokoh dan kuat.

Tema bisa menjadi pesan inti atau pesan utama pengarang yang ingin disampaikan kepada pembaca, tapi sayangnya pesan itu tidak bisa disampaikan secara gamblang atau final, harus melalui serangkaian cerita yang tersusun di atas  dasar temanya itu sendiri. Dan pengarang bisa saja hanya menyampaikan permasalahan hidupnya, untuk menyikapi dan menyelesaikan permasalahannya terserah pembaca.

Alur atau Plot


Alur adalah rangkaian peristiwa yang menjadi jalannya sebuah cerita, saling sambung menyambung memliki keterkaitan dimulai dari tahap orientasi sampai ke tahap klimaks dan penyelesaian (anti klimaks).

Alur dibagi menjadi tiga, ada alur maju (rangkaian cerita yang bergerak maju sesuai urutan waktu atau peristiwa), alur mundur (alur yang menceritakan tentang masa lampau), dan alur campuran (gabungan antara alur maju dan alur mundur dalam satu cerita).

Sedangkan plot, singkatnya adalah sebab-akibat  atau sebuah aktivitas untuk mencapai yang diinginkan. Semua cerita yang terjadi didalam cerita pendek harus berdasarkan hukum sebab-akibat.

Dalam membuat cerpen, plot yang biasa digunakan adalah plot ketat. Artinya bila salah satu jalan cerita ditiadakan maka jalan cerita menjadi terganggu, bisa-bisa jadi gak nyambung dan sulit untuk dipahami.

Tokoh Penokohan


Tokoh adalah pelaku atau pemeran dalam sebuah cerita. Penentuan tokoh dalam membuat cerpen juga perlu diperhatikan agar cerpen yang kita buat berkesan di mata para pembaca. Karena tokoh memiliki peran penting dalam sebuah cerita.

Setiap tokoh tidak lepas dari yang namanya penokohan, atau bisa kita sebut perwatakan yang ada pada tokoh. Perlu sobat ketahui bahwa penokohan merupakan kekuatan sebuah cerpen.

Pada dasarnya sifat tokoh dalam cerita ada dua macam, yaitu sifat lahir (rupa, bentuk) dan sifat batin (watak, karakter).

Kita dapat mengetahui sifat tokoh dalam cerita dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Perbuatan, perkataan, dan pemikiran tokoh dalam cerita;
  • Kesan tokoh lain terhadap tokoh utama dalam cerita;
  • Tempat tokoh tersebut berada;
  • Benda-benda di sekitar tokoh;
  • Deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang atau penulis.

Latar atau Setting


Latar merupakan segala keterangan mengenai waktu, tempat, dan suasana dalam sebuah cerita. 

Latar memiliki keterkaitan erat dengan ide pokok atau tema dalam cerita. Dengan perpaduan antara latar dan tema yang baik dan tepat maka akan menghasilkan cerpen yang memiliki nilai kualitas yang tinggi, tentunya ditambah dengan kemampuan dan keuletan kita dalam mengolahnya.

Latar dalam cerita terbagi menjadi tiga, yakni latar waktu (pagi, siang, sore, malam, masa lalu, masa kini, masa depan, menunjukkan pukul, dsb.), latar tempat (di sekolah, di lapangan, di rumah, di perpustakaan, menunjukkan tempat, dsb.), latar suasana (senang, sedih, gembira, terharu, dsb.).

Sudut Pandang/POV (Point of View)


Salah satu unsur yang tidak bisa ditinggalkan dalam penulisan cerpen adalah peranan sudut pandang tokoh yang dibangun oleh penulis. Sudut pandang merupakan teknik bercerita yang dituangkan oleh penulis atau cara penulis dalam menyampaikan visinya dan menempatkan diri di dalam sebuah cerita.

Beberapa jenis sudut pandang di antaranya,
  • Sudut pandang orang pertama: penulis menggunakan sudut pandang “aku atau saya”
  • Sudut pandang orang ketiga: penulis menggunakan sudut pandang “ia atau dia” atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya.
  • Sudut pandang campuran: penulis menggabungkan antara sudut pandang orang pertama dengan sudut pandang orang ketiga.

Unsur Ekstrinsik


Selain unsur instrinsik yang telah kita bahas tadi, adapula unsur pembangun cerpen yang tidak boleh kita lewatkan demi menyajikan cerpen yang baik, unsur tersebut adalah unsur ekstrinsik.

Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra cerpen dari luar. 

Unsur ekstrinsik cerpen terbagi menjadi tiga, yaitu latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang, dan nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen.

Untuk penjelasannya silakan simak tulisan berikut ini.

Latar Belakang Masyarakat


Latar belakang masyarakat atau unsur sosial adalah faktor lingkungan masyarakat yang mempengaruhi penulis dalam menuliskan cerpennya.

Faktor ini datangnya dari lingkungan masyarakat tempat penulis tinggal, seperti ideologi negara, kondisi politik suatu negara, kondisi ekonomi suatu negara, kondisi sosial suatu negara, dan lain sebagainya.

Latar Belakang Pengarang


Latar belakang pengarang adalah segala hal yang berkaitan dengan penulis cerpen itu sendiri, seperti asal-usul penulis, pendidikan penulis, agama penulis, kondisi ekonomi penulis, kondisi sosial penulis, kondisi psikologisnya dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan latar belakang penulis. 

Unsur ini merupakan faktor dalam diri penulis yang menjadi latar belakang ia menulis sebuah cerpen.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Cerpen


Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen merupakan pesan moral, pelajaran, atau amanat yang terkandung di dalam cerpen serta menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi ditulisnya sebuah cerpen. 

Adapun macam-macam nilai yang terkandung dalam cerpen, yaitu nilai agama, nilai sosial, nilai moral, dan nilai budaya. 

Rahasia di Balik Kesuksesan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam Menaklukkan Konstantinopel

Enterha.com - Rahasia di Balik Kesuksesan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam Menaklukkan Konstantinopel

Enterha.com - Mehmed II, atau dikenal sebagai Sultan Muhammad Al-Fatih. Sang penakluk benteng Konstantinopel. Nama aslinya adalah Mehmed Khan, namun Karena keberhasilannya membebaskan Konstantinopel, ia mendapat gelar “Al-Fatih”, sehingga banyak orang mengenalnya dengan nama Sultan Muhammad Al-Fatih.

Seorang Sultan dan kesatria Muslim abad ke-14 yang lahir pada 29 Maret 1432. Seorang pemuda tangguh nan gagah berani yang mengukir namanya dalam sejarah emas dunia, dengan prestasi dan pencapaian yang tidak pernah ada pada masanya ataupun masa sebelumnya, prestasi yang jauh melebihi masanya.

Sultan Muhammad Al-Fatih merupakan seorang pemimpin yang diramalkan oleh Rasulullah Saw. sebagai penakluk Konstantinopel dan sebagai sebaik-baiknya pemimpin. Sebagaimana sabda Nabi Saw. berikut ini.

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan” (H.R. Ahmad bin Hambal)

Mehmed II naik tahta dan memegang kekuasaan pada umurnya yang ke-19 tahun setelah kematian ayahnya pada tahun 1451. Begitu ia memegang kendali penuh pada pemerintahan, ia langsung menetapkan kebijakan-kebijakan penting dan akurat, sebagaimana yang biasa diambil oleh ayahnya ketika memimpin.

Ia membenahi pemerintahan dengan baik, ia menempatkan orang-orang kepercayaannya yaitu sahabat-sahabatnya yang kompeten sejak kecil pada posisi krusial dalam pemerintahan, dan beberapa kebijakan lainnya.

Hal yang ia fokuskan dalam kepemerintahannya adalah bagaiamana caranya berhasil membebaskan Kota Konstantinopel, impiannya yang tertanam sejak kecil, visi yang tertanam dengan kuat dan kokoh di dalam dadanya, meneruskan sebuah impian yang diwariskan dari para pendahulunya. Dan inilah saat yang tepat baginya untuk merealisasikan cita-cita yang diisyaratkan oleh sabda Nabi Saw. tersebut, saat-saat di mana ia benar-benar menduduki tangkup kepemimpinan, meneruskan perjuangan para pendahulunya yang sudah berjuang mengorbankan segalanya demi meninggikan kalimat tauhid.

Berbagai upaya dan usaha dilakukan untuk menaklukkan Konstantinopel. Berbagai cobaan, ujian, kesulitan, dan berbagai kendala ia hadapi dengan kesabaran dan kegigihan. Keberhasilan yang besar tidak bisa diraih dengan pengorbanan yang kecil dan sedikit. Sultan Muhammad Al-Fatih beserta pasukannya tidak pernah menyerah meski ia didesak oleh berbagai kesulitan, Ia benar-benar percaya akan kekuatan Allah Swt. Disamping itu, Sultan Muhammad Al-Fatih selalu bertawakkal kepada Allah akan kemenangan yang dijanjikan.

Sepertinya kalau saya ceritakan bagaimana kronologisnya Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan benteng Konstantinopel, bakal panjang lebar banget.  Pada tulisan ini saya hanya akan memaparkan rahasia di balik kesuksesannya saja, yah.

Berkat perjuangan dan kegigihan beliau, serta atas kehendak Allah Swt. akan janji kemenangan tersebut. Pada umurnya yang masih muda yaitu 21 tahun, ia telah berhasil menaklukkan benteng super power yang telah berdiri di daratan Eropa selama 1.123 tahun, yaitu benteng Konstantinopel.

Tidak kurang dari 23 kali benteng ini dikepung dan tidak ada satu pun yang mampu menembusnya. Pasukan Hungaria, Bulgaria, Rusia, termasuk pasukan kaum Muslim pada masa Khulafaur Rasyidin, juga kekhalifahan Umayyah, kekhalifahan Abbasiyyah dan kesultanan Utsmaniyah dipaksa bertekuk lutut dan mengakui keunggulan sistem pertahanan Konstantinopel.

Sebelumnya benteng ini tidak pernah ditaklukkan oleh siapa pun, bahkan ketika zaman Rasulullah Saw. benteng ini belum dapat ditaklukkan. Sampai sejarah itu runtuh pada tahun 1453. Benteng yang dijuluki sebagai benteng super power itu berhasil ditaklukkan oleh kegigihan seorang pahlawan Islam yang bercita-cita menaklukkan Konstantinopel demi memenangkan janji Allah Swt. hingga ia berhasil merealisasikan cita-citanya itu di umurnya yang masih muda, sungguh pemuda Muslim yang luar biasa.

Lantas apa saja rahasia di balik kesuksesan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam menaklukkan benteng Konstantinopel dan menjadi seorang ahlu bisyarah Rasulullah Saw.???

Oke, langsung saja kita bahas satu per satu , silakan simak baik-baik, Sob.

Beriman dan Bertakwa Kepada Allah Swt.


Keimanan dan ketakwaan yang dimiliki oleh Sultan Muhammad Al-Fatih sangatlah tinggi. Ia selalu menghadirkan Allah dalam setiap langkahnya, selalu memohon petunjuk dan ridha Allah Swt.

Bahkan ia dijuluki sebagai “Pedang Malam” karena kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih terletak pada kekuatan doa yang selalu ia lantunkan setiap malam  sambil melaksanakan ibadah sholat tahajud.

Semenjak menginjak usia balig, beliau tidak pernah meninggalkan shalat wajib dan sholat sunnah. Mehmed II tidak pernah sekalipun melewatkan shalat malam dan shalat sunnah rawatib hingga ia meninggal.

Sultan Muhammad Al-Fatih adalah satu-satunya panglima yang tidak pernah masbuq dalam sholatnya, dia selalu menunaikan sholatnya dalam keadaan berjamaah, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, di sepertiga malam terakhirnya ia habiskan untuk bermunajat dan menangis dihadapan Allah Swt.

Sultan Muhammad Al-Fatih sudah hafal Al-Qur’an sejak kecil, tepatnya pada umur 8 tahun, ia telah menghafal keseluruhan isi Al-Qur’an dan mampu menjaga hafalannya dengan baik.

Ia sangat yakin dan tahu betul bahwa setiap kekuatan dan kemenangan yang ia raih adalah atas pertolongan dari Allah Swt. sehingga cara terbaik untuk meraih kemenangan adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah sebagai Tuhan yang mempunyai 
kehendak atas segala sesuatu, termasuk tercapainya janji dan bisyarah Rasulullah Saw. tidak lepas dari kehendak Allah Swt.

Sejak Kecil Sultan Muhammad Al-Fatih Dididik sebagai Seorang Penakluk.


Sejak kecil Sultan Muhammad Al-Faih dididik oleh seorang Ulama shalih yang berfokus untuk mendidiknya sebagai seorang penakluk.

Cita-cita untuk menaklukkan Konstantinopel dan menjadi seorang yang diramalkan oleh Rasulullah Saw. sebagai penakluk dan sebagai sebaik-sebaiknya pemimpin telah tertanam di dalam hatinya sejak kecil.

Sehingga ia mempersiapkan segala usaha dan upaya penaklukkan dalam waktu yang lama, dimulai sejak ia kecil.

Memaksimalkan dan Mengupayakan Segala Usaha yang Terbaik untuk Menaklukkan Konstantinopel.


Cita-cita menaklukkan Konstantinopel tidak bisa dilakukan oleh orang yang biasa saja dengan usaha dan upaya yang biasa saja.

Sultan Muhammad Al-Fatih memahami betul itu. Ia perlu segala sesuatu yang terbaik untuk menaklukkannya. Dari hal yang terkecil sampai hal yang terbesar ia memerlukan dan mengusahakan yang terbaik.

Ia yakin disamping pertolongan Allah. Kemenangan dalam pertempuran semua diawali dengan perencanaan yang matang dan segala upaya yang terbaik.

Dari strategi perang, pasukan perang, senjata perang, logistik, pemilihan waktu yang tepat, dan lain sebagainya penuh pertimbangan dan pemikiran yang matang, semua itu dilakukan untuk mencapai hasil yang terbaik. Sebuah kesungguhan yang tidak bisa dianggap remeh.

Bergerak Seolah Air Tenang Tanda Kedalaman.


Sultan Muhammad Al-Fatih naik takhta pada umur 19 tahun setelah Sultan Murad ayahnya menutup usia.

Hal ini menjadi kabar gembira bagi kaum Kristen di Eropa dan Konstantinopel. Bagi mereka Sultan Muhammad Al-Fatih adalah anak kecil yang tidak berpengalaman, lalai, polos dan lemah dalam kepemimpinannya.

Namun Sultan Mehmed II menerima keadaan itu, justru ia memanfaatkan hal tersebut, ia memilih dianggap remeh dan direndahkan oleh musuh-musuhnya sedangkan ia dan orang-orang kepercayaannya terus memformulasikan strategi paling jitu untuk membebaskan Konstantinopel.

Ia selalu menjaga rahasia dalam arah perang, sehingga tidak ada satu orang pun yang mengetahui strategi dan kemana ia akan membawa alur peperangan ini sampai ia memberangkatkan pasukannya untuk memulai ekspedisinya. Begitulah cara Sultan Muhammad Al-Fatih mengorganisir pembebasan Konstantinopel.

Salah satu yang menarik dari strategi perang Sultan Muhammad Al-Fatih adalah kehebatannya dalam menghadirkan unsur kejutan yang ada dalam setiap strategi perang yang dibuatnya. Musuh-musuhnya selalu dibuat terkejut, takjub, putus asa, dan bertekuk lutut melihat bagaimana keahlian panglima perang terbaik ini dalam merancang strategi perang.

Kecerdasan, Kecepatan dalam Bertindak, Pantang Menyerah, dan Bersabar Terhadap Cobaan atau Ujian yang Menimpanya.


Sultan Muhammad Al-Fatih adalah orang yang cerdas dan ahli dalam strategi perang. Ia mampu memberi efek kejutan bagi musuh dengan strategi-strategi perangnya yang begitu rahasia dan mengagumkan, sehingga membuat musuh-musuhnya dibuai ketidakpercayaan dan dibuat jatuh mental olehnya.

Kecepatan bertindak menjadi kunci kedisiplinan pasukan perang yang dimiliki oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, ia bergerak cepat dan tidak melalaikan sesuatu pun.

Awal ekspedisi penaklukkan dan pengepungan konstantinopel, Sultan Muhammad Al-Fatih mengalami beberapa kendala dan kesulitan bahkan kegagalan dalam satu dan lain hal. Tetapi hal itu tidak membuatnya menyerah, ia selalu berjuang untuk mewujudkan cita-citanya dan pantang menyerah. Ia percaya bahwa segala kesulitan yang ia hadapi merupakan bentuk ujian keimanan dari Allah Swt. sehingga ia menghadapinya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

“Sesungguhnya Allah meletakkan pedang di tanganku untuk berjihad di jalan-Nya. Maka jika aku tidak mampu untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ini dan tidak aku lakukan kewajiban dengan pedang ini maka tidak pantas bagiku untuk mendapat gelar Al-Ghazi (Kesatria Islam) yang aku sandang sekarang ini. Lalu bagaimana aku akan menemui Allah pada hari kiamat nanti?” (Mehmed II)

Bersyukur Kepada Allah Swt. atas Segala Pencapaian.


Segala pencapaian yang berhasil ia capai, tidak lain dan tidak bukan, merupakan pertolongan dan kehendak Allah Swt. sehingga ia tidak pernah lepas dari bersyukur atas segala pencapaian dan kemajuan yang telah diraih.

Terbukti ketika Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel, hal pertama yang ia lakukan adalah melakukan sujud syukur sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt.

Haus akan Ilmu Pengetahuan.


Dalam sumber sejarah disebutkan bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih mempunyai perpustakaan pribadi yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi. Berjilid-jilid buku dibacanya, ia membaca buku agama, sejarah, sastra, dan tak ketinggalan buku-buku strategi perang.

Sejak kecil ia dididik untuk mencintai ilmu pengetahuan. Sejak kecil Muhammad Al-Fatih sudah mampu menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Imam Suyuthi menulis, “Sesungguhnya ia adalah seorang yang berilmu lagi faqih. Para ulama pada zamannya telah menjadi saksi atas kelebihan serta kekonsistenan beliau. Dan ia melampaui rekan-rekannya dalam ilmu-ilmu ma’qul dan manqul. Mahir dalam nahwu, ma’ani dan bayan, serta fiqh, dan masyhur dengan berbagai keutamaan.”

Menciptakan Inovasi Baru, Metode-Metode yang Diluar Dugaan, bahkan Dianggap Mustahil.


Dalam perjuangannya menaklukkan Konstantinopel, diantara upaya yang ia lakukan dengan kecerdasannya yang dimiliki adalah mempelajari taktik dan strategi perang para pendahulunya. Ia mengkaji, mempelajari, menganalisis, dan banyak belajar dari pengalaman terdahulu yang dilakukan para pendahulunya dalam upaya membebaskan benteng Konstantinopel.

Orang yang diramalkan sebagai sebaik-baik pemimpin itu menciptakan inovas-inovasi baru yang mampu memberikan efek kejutan bagi musuh. Ia menciptakan senjata baru yang belum pernah ada pada masanya. "Meriam Balisca", meriam terbesar dan memiliki jarak tembak yang sangat jauh, meriam itu merupakan meriam terbaik dan belum ada yang mampu menandinginya pada masa itu. Serta pedang yang digunakan sebagai senjata pasukannya itu merupakan pedang tertajam yang ditempa dengan cara khusus dan hanya orang-orang tertentu yang bisa membuatnya. 

Semua itu lahir dari inovasi yang keluar dari pemikiran brilian Sultan Muhammad Al-Fatih, namun tetap tidak lepas dari petunjuk Allah Swt. Ia sadar bahwa para pendahulunya merasa kesulitan dalam menghancurkan benteng raksasa tiga lapis ini hanya dengan meriam kecil yang jarak tembaknya tidak cukup jauh, dari hal itu ia berinovasi dan bereksperimen melibatkan para ahli untuk membuat meriam raksasa yang belum pernah ada pada masanya dan masa sebelumnya.

Bukan hanya inovasi dalam hal senjata, metode dan strategi perangnya pun tidak pernah ada yang menduganya, sehingga musuh dibuat terkejut dan dipenuhi rasa ketidakpercayaan atas usaha dan upaya yang dilakukan oleh panglima terbaik ini.

Belajar dari Pengalaman dan Kegagalan.


Saat Mehmed II berumur dua belas tahun, ia pernah merasakan rasanya memimpin dan memegang sebuah kekuasaan, sementara ayahnya fokus untuk beribadah dan ber-taqarrub kepada Allah Swt. setelah memadamkan pemberontakan yang terjadi di Karaman.

Namun Mehmed II pada saat itu masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman yang cukup dalam urusan memimpin. Sehingga ia mengalami kegagalan dalam memimpin pada waktu itu. 

Akibatnya, terjadi pemberontakan dimana-mana. Para menteri pun merendahkan dan meremehkannya, menganggap bahwa Mehmed II tidak bisa memimpin. Belum lagi adanya penyerangan dari pasukan salib. Hal itu membuat Mehmed II terpukul dan merasa jatuh harga dirinya sebagai sultan, ia berada pada kondisi kalah dan terhina.

Dalam keadaan seperti itu, Mehmed memilih untuk mundur dari kekuasaannya saat itu dan meminta ayahnya untuk kembali memimpin. Ketika Ayahnya kembali memimpin, sementara Mehmed II berada pada posisi paling rendah diantara orang-orang kerajaan pada waktu itu. Akhirnya Mehmed II memilih untuk mengasingkan diri ke daerah Manisa, masih termasuk daerah kekuasaan ayahnya, ia dididik oleh seorang ulama shalih, menempa diri dan banyak belajar di sana. Memantaskan diri untuk menjadi generasi penerus ayahnya dalam memimpin kesultanan Turki Utsmani. Sampai akhir pemerintahan ayahnya, Manisa adalah tempat penempaan Mehmed untuk menjadi seorang penakluk terbaik.

Ia kembali setelah ayahnya menutup usia, menggantikan posisi ayahnya sebagai sultan. Dalam waktu dua tahun ia membenahi seluruh kekurangan dan kelemahannya lalu membuktikan bahwa ia layak menjadi pemimpin.

Usianya baru 19 tahun ketika ia memegang kekuasaan menggantikan posisi ayahnya. Sedangkan dunia barat, baik Konstantinopel maupun Eropa meremehkannya dan menganggapnya sebagai anak remaja manja tak berpengalaman yang memiliki catatan kepemimpinan yang buruk. Namun orang yang bertemu dengannya akan terkesan. Ia memiliki keelokan fisik, seorang pemuda yang memiliki kegigihan dan kekerasan niat dalam mencapai apa yang menjadi impiannya. Dia memiliki kecerdikan akal, kecepatan gerak, dan keberanian yang kelak akan diingat oleh setiap kawan dan lawannya. Dia mampu melakukan tipu muslihat tingkat tinggi dalam peperangan dengan mengandalkan unsur kejutan, strateginya benar-benar tidak bisa diprediksi oleh musuh.

Hingga akhirnya ia berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 29 Mei 1453. Sebuah pencapaian yang belum pernah dicapai pada masanya dan masa sebelumnya. Sebuah prestasi yang mulia jauh melebihi masanya. Dunia mengakui kehebatannya, Ia telah berhasil menoreh sejarah emas untuk kemuliaan dan kejayaan Islam.

Penutup.


Itulah beberapa rahasia kesuksesan Sultan Muhammad Al-Fatih dalam menaklukkan benteng Konstantinopel. Sebenarnya banyak sekali rahasia dan kiat-kiat beliau dalam menggapai cita-citanya. Namun tidak dapat dituliskan dalam artikel ini karena jumlahnya yang sangat banyak. Hehehe.

Baiklah, Semoga dengan ditulisnya artikel ini, Sobat pembaca bisa mengambil banyak pelajaran dari perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih, tentunya diharapkan mampu memberikan kita motivasi, inspirasi, dan semangat positif untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Manfaat Menulis serta Alasan Mengapa Menulis itu Penting

Enterha.com - Manfaat Menulis

Enterha.com - Hallo sobat pembaca. Kira-kira ada nggak di antara kita yang tidak pernah melakukan aktivitas menulis?

Saya rasa tidak ada. Karena menulis merupakan kegiatan yang tidak pernah lepas dalam keseharian setiap individu di era sekarang. Pada era modern seperti saat ini, setiap manusia sangat bergantung dan berkaitan erat hubungannya dengan aktivitas menulis, dari yang selalu eksis di media sosial dengan postingan statusnya, atau menulis buku harian setiap harinya, menulis hal-hal sederhana yang ada disekitar kita, menulis karena tuntutan kewajiban dan pekerjaan, menulis karena kebutuhan, menulis karena hobi, dan karena faktor-faktor lainnya -kalau disebutin semuanya, kayaknya bisa setebal buku novel.

Pokoknya menulis itu sangat berkaitan erat dengan keseharian kita, apalagi bagi seseorang yang memiliki pekerjaan di bidang tersebut, sampai tangan dan jari-jemarinya mati rasa sekalipun, ya nulis aja terus. Tapi gak gitu juga sih.

Oleh karena aktivitas menulis di era sekarang sudah menjelma menjadi kebutuhan setiap individu, dan kita tahu betapa pentingnya aktivitas yang satu ini dalam kehidupan di era digital, maka tidak ada salahnya jika kita mengetahui manfaat dari aktivitas menulis dan mengapa menulis itu penting untuk kita lakukan.

Simak tulisanku yang satu ini sampai tuntas!!!

Setiap Penulis Akan Mati, Hanya Karyanyalah yang Abadi. Maka Tulislah Sesuatu yang Membahagiakan Dirimu di Akhirat Nanti.


Pertama datang dari perkataan yang disampaikan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib. Perkataan ini memang sangat sederhana namun benar-benar sarat akan makna.

Sesuatu yang pasti bagi manusia adalah kematian, setiap manusia yang meninggalkan dunia ini pasti akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Maka alangkah indahnya jika kita meninggalkan kesan yang baik, kesan yang positif dari apa yang kita tulis untuk orang lain.

Sehingga ketika kita telah tiada, orang akan senantiasa mengingat kebaikan-kebaikan yang telah kita berikan lewat tulisan yang kita buat. Mereka pun akan senantiasa mendoakan kebaikan dan keselamatan kita.

Itulah pentingnya menulis sesuatu yang positif dan baik bagi orang lain, bukan menjadi hal yang mustahil jika dari menulis dapat membahagiakan kita di akhirat kelak, ketika kita telah tiada.

Menulis Adalah Suatu Cara Memahami dan Menemukan Arti Hidupmu. Kata-Katamu dapat Menjadi Cermin Ajaibmu, Mencerminkan Siapa Dirimu, Kamu Ingin Menjadi Apa dan Dapat Menjadi Apa.


Berikutnya datang dari seorang penyair dan penulis ternama yang berasal dari Amerika, Caryn Mirriam-Goldberg.

Sudah jelas, bukan? Bagi kalian yang memiliki hobi menulis, pasti poin ini sudah sering kalian rasakan. Dalam menulis kita akan menemukan arti sebenarnya dalam hidup. Karena dengan menulis kita akan dituntut untuk melakukan penghayatan total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia dalam setiap momen yang ia tangkap dalam hidup. Sehingga dengan mudah kita akan menemukan arti hidup yang sebenarnya.

Menulis membantu menemukan siapa diri Anda sebenarnya

Menulis merupakan cerminan diri, hal itu bisa kita lihat dari hasil apa yang kita tulis. Dan dengan menulis kita dapat mengekspresikan diri kita ke dalam tulisan, kita diberi kebebasan untuk melakukan hal tersebut untuk menunjukkan hal yang dapat kita berikan untuk dunia.

Semakin Banyak Menulis, Semakin Besar pula Rasa Percaya Dirimu dalam Mengungkap Perasaan dan Pandanganmu yang Unik Tentang Kehidupan.


Kebiasaan menulis dapat memberikan pengaruh untuk diri kita, terutama bagi rasa percaya diri dalam mengungkap apa yang ada di dalam diri tentang apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan.  Selain itu, menulis membantu meningkatkan kebanggaan atas pencapaian yang telah kita raih.

Menulis merupakan metode mengekspresikan diri yang sangat efektif. Kita dapat mendengar dan mengetahui pendapat serta isi pikiran yang unik dari diri sendiri. Menulis mewakili diri, hati, pikiran, dan perasaan kita.

Biarkan kata hatimu berbicara dan biarkan kertas kosong itu tergores oleh tinta hitam yang mewakili dirimu dalam menafsirkan dunia.

Menulis Meningkatkan Kreativitas. 


Bagaimana tidak? Menulis berarti menuangkan segenap pemikiran, ide, gagasan, pendapat, dan semua yang ada di isi kepala kita untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Sehingga semakin sering kita menulis akan semakin terasah pula daya kerativitas kita.

Menulis berarti berkelut dengan ide-ide. Kreativitas menjadi kunci kesuksesan menulis, semakin kreatif, maka akan semakin bernilai tulisannya.

Jika sobat ingin tahu tips menulis untuk menghasilkan tulisan yang bernilai, berkualitas, dan menarik, silakan baca tulisan saya yang satu ini



Menulis Memberimu Kesenangan dan Kamu Tahu Bagaiamana Cara Mengungkapkannya.


Salah satu manfaat menulis yang satu ini akan membuat kita semakin yakin untuk menulis, karena ternyata menulis juga dapat memberikan kita kesenangan, sebuah kebahagiaan, dan secara tidak langsung kita telah mengungkapkan kesenangan kita lewat tulisan yang kita tulis didalamnya.

Kalau nggak percaya, sobat pembaca bisa mulai menulis hal-hal yang menurut sobat menyenangkan. Emosi kita akan lebih terkendali dengan menulis dan pastinya kita tahu cara mengungkapkannya.

Dengan Menulis, Kamu telah Menjadi Orang yang Berguna dan Bermanfaat.


Dengan menulis hal-hal yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain, berarti kita telah menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat lewat aktivitas yang satu ini. 

Menulis bisa dijadikan sebagai media berbagi informasi, berbagi opini, berbagi pandangan, berbagi pengetahuan, berbagi pengalaman,  dan yang pasti berbagi  kebaikan kepada sesama lewat konten-konten positif serta memiliki nilai manfaat dari apa yang kita tulis. 

Dan tahukah, Sobat? Bahwa menulis juga bisa dijadikan sebagai media dakwah, loh. 

Agar aktivitas menulis ini mampu mendatangkan kebaikan bagi kita, maka tidak ada salahnya menulis hal-hal positif yang dapat mengajak orang lain, mempengaruhi orang lain untuk ikut melakukan kebaikan atau kegiatan-kegiatan postif lainnya. Sehingga kita dapat menjadi insan yang berguna bagi sesama.

Dengan Menulis Kamu telah Menjaga Ilmu, Sejarah, dan Hal-Hal Berharga dalam Hidup.


Menulis sama saja dengan merekam, menyimpan, mengarsipkan, itulah mengapa menulis berarti menjaga ilmu, sejarah, dan hal-hal berharga dalam hidup agar tidak hilang ditelan oleh zaman.

Ilmuwan-ilmuwan dahulu selalu menuliskan ilmu-ilmunya, pemikiran-pemikirannya, hasil penelitiannya, dan lain sebagainya yang dianggap penting dan berguna untuk masa depan.

Dan terbukti ilmu-ilmu yang kita dapatkan hari ini adalah didasarkan oleh teori-teori yang ditulis para ilmuwan pada zaman dahulu yang di tulis dalam sebuah buku, lalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.

Apakah sobat tidak ingin menjadi bagian dari saksi sejarah dan pengetahuan saat ini untuk masa depan? 

Menulis Merupakan Salah Satu Cara Berkomunikasi yang Efektif.


Ketika tulisan yang kita tulis dibaca oleh orang lain dan pesan didalamnya dapat diterima serta dicerna dengan baik oleh pembaca, itu artinya kita telah berhasil berkomuikasi dengan pembaca, lebih-lebih kita telah berhasil menanamkan nilai-nilai yang ada pada tulisan kepada pembaca, oleh karena itu menulis merupakan media komunikasi yang efektif. Kita bisa dengan mudah mempengaruhi, mengajak, memotivasi, dan membuat orang lain menjadi seperti apa yang kita inginkan lewat tulisan yang kita tulis.

Setidaknya Tulislah Satu Buku Seumur Hidupmu, Maka Engkau Akan Tetap Hidup Didalamnya, Karena Buku Akan Sulit Ditelan oleh Zaman.


Yang terakhir, adalah anjuran agar kita dapat menulis sesuatu yang berharga dalam hidup kita dan untuk hidup kita.

ketika seorang penulis mampu menciptakan sebuah karya yang amat berarti bagi orang lain, eksistensi penulis tersebut akan tetap hidup meskipun ia telah tiada.

Menulis sebuah buku sama dengan memperpanjang umur kita. Menulis membantu kita menjadi lebih hidup dan menjadikan kita akan tetap hidup, meskipun kita telah meninggalkan dunia ini.

Penutup


Sebagai penutup, saya akan memberikan kabar gembira untuk sobat pembaca blog ini. Kabar gembiranya adalah sebuah klaim bahwa,

"Tidak ada aturan tentang cara menulis. Kadang-kadang datang dengan mudah dan sempurna" 

Artinya menulis itu nggak susah, kok. Bahkan tidak ada aturannya. Percaya gak?

Ungkapan tersebut datang dari seorang tokoh novelis, pengarang cerita pendek, jurnalis, dan wartawan terkemuka yang memiliki pengaruh sangat besar pada zamannya, bahkan hingga saat ini. Siapa yang tidak kenal dengan Ernest Hemingway, seorang tokoh yang mempunyai pengaruh penting terhadap perkembangan fiksi abad ke-20.

Jangan pernah merasa kesulitan dalam menulis, apalagi terlalu dipusingkan oleh teori-teori menulis yang bertebaran di benak kita. Jika kita hanya memenuhi isi kepala dengan teori-teori menulis, kita akan dibuat bingung olehnya, alhasil kita tidak pernah memulai untuk menulis. Langkah awal dalam menulis adalah menulis, memulai tindakan menulis.

Singkirkan terlebih dahulu teori kepenulisan atau aturan-aturan baku kepenulisan. Tulislah apa yang datang dari hati dan pikiran kita yang murni. Tulislah seolah-olah tidak ada aturan tentang menulis, biarlah hati yang menuntunnya. Hal itu akan mempermudah kita untuk memulai.

Ketika tulisan sudah rampung kita tulis secara keseluruhan, baru kita perbaiki tata bahasa dan segudang teori yang diperlukan untuk perbaikan tulisan tersebut.

Bagaimana? Mudah bukan? 

Metode ini sudah saya bahas sebelumnya pada tulisan saya yang berjudul "Mengatasi Writer Block dengan Metode Menulis Cepat". Silakan dibaca-baca supaya lebih paham. 

Karena menulis itu mudah, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak menulis dan mulailah menulis sekarang juga!!!

Itulah beberapa manfaat dan alasan mengapa kita harus menulis. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi sobat pembaca.

Terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk  berkunjung dan membaca tulisanku ini hingga tuntas.

Tips Meningkatkan Semangat dan Mood Menulis

Enterha.com - Tips Meningkatkan Semangat dan Mood Menulis

Enterha.com - Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan dan mengasyikan bagi mereka yang telah terbiasa. Bagaimana dengan kita yang masih menyandang predikat sebagai penulis pemula? Tentunya akan jauh berbeda, bukan?

Sebagai orang yang terbilang "baru" dalam dunia kepenulisan, menulis merupakan rangkaian kegiatan yang sangat berat untuk dilakukan. Dibutuhkan energi yang ekstra, kondisi tubuh yang prima, dan tentunya keadaan hati serta pikiran yang stabil untuk dapat melakukannya dengan baik.

Dalam keadaan tertentu orang akan merasa sangat malas, enggan, bahkan alergi untuk menulis. Istilah populer yang kita kenal sekarang adalah "mood",  jadi kalau sedang malas nulis kita sering berdalih, "Lagi nggak mood untuk nulis, nih." Hayoo... Siapa diantara teman-teman yang suka berdalih seperti itu?

Aktivitas yang satu ini memang kerapkali tidak dapat berjalan dengan baik, tidak seperti apa yang ada di dalam bayangan kita. Rasa malas, jenuh, lelah, tidak bersemangat, dan berbagai rasa lainnya yang selalu saja datang menghantui, membuat mood menulis kita semakin hancur berantakan.

Istilah "mood menulis" ini bagi sebagian orang diartikan sebagai ghairah menulis. Dan fakta yang saya dapat dari para penulis hebat adalah sebagai berikut.

Mereka memilih menulis atau tidak, bukan karena mood menulis. Justru merekalah yang membangun mood atau ghairah menulis itu sendiri. Sehingga mereka tidak pernah berhenti menulis hanya karena keadaan mood yang sedang tidak bersahabat. Merekalah rajanya, merekalah yang mengendalikan dan menguasai mood di dalam diri mereka sendiri.  

Pada postingan kali ini, saya akan mencoba memberikan jawaban sekaligus jalan keluar bagi sobat semua, tentang bagaimana cara kita menjaga dan membangun mood menulis dengan baik, agar sobat senantiasa bersemangat dalam melakukan rangkaian kegiatan menulis.

Sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa digunakan untuk mengembalikan semangat menulis dan menjaga mood menulis tetap stabil. Setiap orang memiliki cara yang berbeda, tergantung kecocokan dan kenyamanan tiap individu.

Namun pada tulisan ini, saya akan memaparkan tips-tips yang pada umumnya sangat efektif untuk meningkatkan semangat menulis sobat agar meningkat secara drastis

Simak tipsnya berikut ini.


5 Tips Meningkatkan Semangat dan Mood Menulis


Tanamkan Tekad dan Motivasi yang Kuat 


Dalam menulis, tentu didasari dengan sebuah tujuan yang jelas. Kalau tujuan menulisnya saja tidak jelas, jangan harap bisa menulis dengan semangat dan mood yang baik.

Dari tujuan yang jelas itulah, lahir tekad dan motivasi yang kuat untuk mencapainya. Karena dorongan itu ada, jika ada pemicunya. Sebelum mencari dan menemukan motivasi dalam menulis, maka tentukan tujuan yang jelas dulu, yah.

Tekad dan motivasinya bisa bermacam-macam, karena memang ada di dalam diri sobat masing-masing, temukan motivasi yang terbaik, yang bisa menjadi dorongan kuat untuk menulis.

Setelah tekad dan motivasi terbentuk, maka semangat dalam diri untuk menulis akan terbentuk dan terus meningkat tajam.

Saat rasa malas serta mood yang buruk  datang menghampiri, dan mencoba mematahkan semangat menulis, cobalah untuk terus mengingat motivasi yang sudah tertanam, jangan sampai tekad kita untuk mencapai tujuan dalam menulis, goyah dan tumbang begitu saja.

Itulah mengapa menanamkan tekad dan motivasi itu sangat penting, untuk menjaga kadar semangat dalam menulis.

Membaca untuk Menemukan Inspirasi Menulis


Jangan harap bisa menulis dengan lancar, kalau malas membaca. Sebagaimana yang sudah saya singgung pada postingan sebelumnya, bahwa menulis dan membaca itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Amunisi seorang penulis  adalah membaca.

Jika berniat meningkatkan semangat untuk menulis, maka fokuskan aktivitas baca, dengan membaca sesuatu yang menginspirasi. Cari sumber inspirasi yang tepat untuk meningkatkan semangat menulis.

Membaca untuk menemukan inspirasi, bisa dilakukan dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan apa yang kita tulis, membaca tulisan-tulisan yang bertebaran di internet, membaca tulisan-tulisan para penulis hebat, dan cobalah sesekali pergi ke perpustakaan untuk mencari inspirasi di sana.

Selain itu, mencari sumber inspirasi bisa dilakukan sambil jalan-jalan atau refreshing, loh. Menyenangkan, bukan? Terkadang untuk mengembalikan semangat dalam diri, kita memerlukan suasana yang berbeda dalam proses menulis. Yah, selain membangkitkan semangat, jalan-jalan juga dapat membuat pikiran menjadi fresh, mood menulis membaik, dan memicu munculnya ide-ide segar lainnya.

Jadikan Menulis sebagai Hobi atau Kesenangan


Menulis atas dasar Kesenangan dan hobi, mempermudah serta memperlancar proses menulis. Disamping kita akan bersemangat melakukannya, tulisan yang dibuat atas dasar kesenangan, akan lebih berkualitas dan bagus.

Mengapa bisa demikian? 

Karena tulisan tersebut dibuat dari hati sang penulisnya dan ditulis dengan sepenuh hati. Menulis karena hobi dan kesenangan akan membuat aktivitas menulis menjadi sangat menyenangkan, mengasyikan, bikin ketagihan, dan akan membuat sobat merasa bahagia. Sehingga kadar semangat dalam diri akan terjaga dengan baik, bahkan terus meningkat.
Sesuatu yang disenangi itu, jika dikerjakan pasti akan lebih maksimal dan optimal. Tentunya tidak akan membebani atau menyiksa diri dari aktivitas yang kita jalani, termasuk aktivitas menulis. Kebebasan menulis akan lebih terasa, kita bisa mengekspresikan diri dan mengekspresikan apa pun yang ada di benak kita secara lepas, karena menulis dengan hobi atau kesenangan tidak membuat kita terikat atau terkekang oleh apa pun dan siapa pun.

Bagi sobat yang saat ini masih menulis karena tuntutan atau paksaan, sebaiknya ubah mindset menulisnya, jadikan aktivitas menulis sebagai hobi atau kesenangan. Dan rasakan perbedaannya, pasti sobat akan lebih bersemangat dalam menulis.

Atur Waktu Menulis secara Proporsional


Poin ini sangat penting, namun kerapkali diabaikan oleh banyak orang. Ingat, yah. Kita ini manusia, bukan robot. Jangan menyiksa diri dan memaksakan diri untuk menulis secara berlebihan. Otak dan anggota tubuh lainnya perlu beristirahat.

Atur waktu menulis dengan baik. Manajemen waktu yang baik akan membuat aktivitas menulis menjadi lebih teratur, tulisan yang dibuat pun akan lebih baik, dan yang lebih penting dalam bahasan kita adalah untuk menjaga semangat dan mood menulis dengan baik.

Luangkan waktu khusus untuk menulis, minimal satu sampai dua jam dalam sehari, khusus untuk menulis. Buat perencanaan yang matang, sebelum mulai beraksi untuk menulis. Siapkan ide-ide yang sudah kita tabung, dengan perencanaan yang baik, waktu khusus untuk menulis tidak terbuang untuk memikirkan ide-ide untuk menulis.

Maksimalkan waktu khusus untuk menulis dengan sebaik mungkin. Pastikan juga waktu menulis yang sobat pilih, merupakan waktu yang tepat. Waktu dimana kadar semangat, mood, kondisi hati, dan kondisi pikiran sobat sedang dalam kondisi prima.

Jangan memaksakan diri, jika tubuh merasa sangat penat dan lelah, berhentilah menulis dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.

Disiplin waktu, merupakan kunci keberhasilan dalam menulis. Menulislah dengan manajemen waktu yang baik dan konsisten dalam melakukannya.

Beri Apresiasi terhadap Diri Sendiri


Biasanya, seseorang cenderung akan lebih bersemangat, jika mendapat apresiasi atau pujian dari orang lain atas karyanya, itu memang benar. Namun bagi saya, memberikan apresiasi kepada diri sendiri oleh diri sendiri tidak kalah pentingnya dalam upaya meningkatkan semangat dalam menulis.

Jangan terlalu berharap pada pujian orang lain, Sob. Kalaupun mendapat banyak pujian dan apresiasi dari orang lain, jangan sampai lupa diri dan malah membuat terlena. Jadikan segala bentuk apresiasi sebagai acuan untuk menjadi lebih baik dan terus meningkatkan kualitas tulisan kita.

Nah, untuk meningkatkan semangat menulis, bisa dilakukan dengan memberikan apresiasi kepada diri sendiri, biasanya ini dilakukan untuk terus memacu diri, untuk terus bersemangat dalam upaya-upaya atau tahapan-tahapan menulis kedepannya.

Setiap pencapaian yang telah kita raih dari jerih payah menulis, Kita harus sadari, bahwa kita telah berhasil melakukan sesuatu yang besar dalam hidup, maka jangan lupa untuk memberikan apresiasi terhadap diri sendiri.

Bagaimana caranya?

Jawabannya adalah dengan merayakannya. Sebelum mengerjakan proyek menulis, putuskan terlebih dahulu, bagaimana kita akan merayakannya setelah proyek menulis itu selesai. Sisipkan hadiah-hadiah kecil untuk diri sendiri, ketika kita telah berhasil menyelesaikan langkah-langkah kecil dalam proses menulis.

Sobat bisa merayakannya dengan cara jalan-jalan atau refreshing menyegarkan pikiran ke taman, atau ke tempat yang bernuansa indah; Bisa juga dengan mentraktir makan teman dekat, sebagai bentuk rasa syukur; Pergi berlibur; Bergabung dan berbagi pengalaman dengan komunitas-komunitas yang berkaitan dengan menulis; Dan jangan lupa bersyukur pada Allah Swt.

Intinya memanjakan diri dengan hal-hal yang positif. Hal itu akan meningkatkan semangat untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan menulis berikutnya.

Penutup


Ternyata meningkatkan semangat dalam menulis itu sangat mudah ya, Kawan. Dengan mempraktikkan tips sederhana yang telah saya berikan di atas, semangat dalam menulis akan menigkat tajam, aktivitas menulis pun akan terasa mudah dan menyenangkan.

Tips Mengatasi Writer Block atau Hambatan dalam Menulis

Enterha.com - Tips Mengatasi Writer Block

Enterha.com - Setelah sebelumnya saya membahas mengenai 2 metode ampuh dalam mengatasi writer's block, untuk tulisan yang satu ini akan menjadi makanan penutup sekaligus pelengkap dalam upaya melawan penyakit menulis yang secara masif dapat membekukan kreativitas para penulis.

Saya akan memberikan tips-tips sederhana yang cocok dijadikan sebagai bekal bagi teman-teman yang  kerapkali menghadapi kondisi blank saat menulis, mengalami kemandegan ide, dan sejuta hambatan lainnya.

Apa saja kita-kiat yang dapat kita lakukan untuk terbiasa menulis dengan lancar tanpa hambatan?

Oke, jangan buang-buang waktu, langsung saja kita bahas lebih lanjut. Silakan sobat simak tipsnya di bawah ini.

Jangan Malas untuk Memulai


Terkadang penyakit menunda-nunda untuk menulis seringkali menjangkit pada diri seorang penulis, apalagi bagi seorang penulis pemula termasuk saya, hihihi. Untuk dapat menulis dengan lancar, kita perlu melakukan pembiasaan dan mulailah menulis dengan disiplin. Usahakan kita memiliki waktu khusus dalam sehari untuk menulis, agar tercipta kedisiplinan dalam menulis, sehingga lama-kelamaan akan terbiasa untuk melakukan aktivitas yang satu ini.

Cari Waktu yang Tepat


Ternyata pemilihan waktu yang tepat untuk menulis juga sangat penting dalam kelancaran aktivitas menulis. Menurut sebagian orang, waktu menulis yang baik dan tepat adalah pada pagi hari, dimana kondisi tubuh dan pikiran kita masih benar-benar fresh dan segar bugar. Selain itu ada juga waktu yang tepat untuk berpikir puitis menurut sebagian orang, yaitu menulis pada waktu malam hari atau menjelang tidur. Nah, kira-kira kapan waktu yang menurut sobat tepat dijadikan sebagai waktu yang pas untuk menulis? Silakan cari sendiri yah waktu yang sesuai dengan kenyamanan hati sobat.

Banyak Membaca


Poin yang ini sudah sangat jelas, Sob. Membaca merupakan makanan sehari-hari seorang penulis. Menulis dengan membaca sudah seperti satu kesatuan yang tidak bisa dilepaskan. Membaca dapat membuka wawasan kita menjadi lebih luas, memperbanyak perbendaharaan kata, menambah pengetahuan, belajar menganalisis tulisan orang lain, dan masih banyak lagi manfaat yang kita dapatkan dari membaca, yang pasti hal itu sangat membantu bagi kelancaran dalam aktivitas menulis. Bacalah ! Apa pun itu, entah itu majalah, koran, novel, nonfisksi, ensiklopedia, kutipan-kutipan dan pribahasa, puisi, komik, cerita anak, dan lain sebagainya, bacalah semuanya. Membaca membuat kita bersentuhan dengan kehidupan, penggunaan bahasa, dan gaya kepenulisan yang beragam.

Berolahraga


Menulis boleh, tapi jangan lupakan aktivitas yang satu ini, olahraga juga penting, hal ini membuat tubuh kita segar bugar, dengan berolahraga juga dapat memberikan asupan oksigen yang cukup baik bagi otak, keduanya dapat membantu pikiran kita ketika menulis. Olahraga di pagi hari dan di tempat yang terbuka terutama bersentuhan langsung dengan alam, sangatlah dianjurkan bagi seorang penulis. Rasakan manfaatnya dari aktivitas olahraga untuk membantu melancarkan proses menulis.

Ciptakan Suasana atau Lingkungan Baru


Temukan tempat atau suasana baru dalam proses menggarap tulisan kita. Menulis tidak harus di tempat yang tetap, cobalah menulis di tempat yang berbeda-beda. Sangat dianjurkan menulis di tempat yang dipenuhi dengan pemandangan yang indah. Atau bisa juga menulis di tempat yang sesuai dengan apa yang sedang kita tulis pada saat itu, sehingga proses menulis akan lebih mudah untuk dilakukan.

Miliki Buku Saku Kesayangan


Seorang penulis hebat biasanya tidak lepas dari buku kecil disakunya, ketika ia menemukan sebuah ide di mana pun ia berada dan kapan pun, maka ia segera menuliskannya di buku saku kesayangannya. Ide kadang datang dengan sendirinya, kadang pula pergi menghilang dari otak kita dengan sesaat. Maka ketika ide itu datang, tulislah di buku saku kesayangan yang senantiasa kita bawa kemana-mana.

Putarlah Musik


Tidak ada salahnnya memutar musik di sela-sela aktivitas menulis yang cukup melelahkan bagi otak dan pikiran kita. Putarlah musik kesukaan atau musik yang membuat pikiran rileks dan tenang. Tapi mungkin bagi sebagian orang ada yang tidak dapat fokus jika menulis sambil memutar musik, maka poin ini tidak berlaku bagi seorang penulis yang tidak dapat menulis dengan baik jika diiringi dengan musik. Memutar musik saat menulis bersifat subjektif ya, Sob.

Jangan Lupa Rekreasi


Terkadang, kita perlu mengesampingkan tulisan kita dan berikan waktu bagi pikiran kita untuk rehat dan melepas lelah dari penat dan kisruhnya kecamuk yang ada di dalam otak kita. Pergilah berjalan-jalan, cari ide dan inspirasi, cari ketenangan, kedamaian, agar pikiran kita kembali bersemangat kembali. Setelah itu kembalilah pada aktivitas menulis dalam keadaan bersemangat.

Penutup


Itu tadi sobat, kiat-kiat yang dapat kita lakukan untuk dapat mengatasi hambatan dalam menulis dan memperlancar aktivitas menulis kita. Semoga apa yang saya tulis di atas bermanfaat dan membantu memudahkan sobat semua dalam menulis.

Mengatasi Writer Block atau Hambatan dalam Menulis dengan Metode Menulis Cepat

Enterha.com - Mengatasi Writer's Block dengan Metode Menulis Cepat

Enterha.com - Hallo sobat pembaca, pada artikel sebelumnya kita telah belajar bagaimana mengatasi writer block, kondisi blank, atau hambatan dalam menulis dengan metode pengendalian diri. Kali ini kita akan menggunakan metode lain yang tidak kalah ampuhnya untuk mengatasi problematika writer's block dalam menulis.

Witer's block, kondisi blank, atau hambatan dalam menulis, bagaikan kondisi sebuah mesin yang buruk, mengalami kesalahan demi kesalahan  hingga akhirnya mesin tersebut mati total, tidak berfungsi sama sekali. Begitupun dengan keadaan writer's block yang sedang kita hadapi, jika terus menerus menggempur diri kita, lama-kelamaaan kita bisa frustasi dan menyingkir dari aktivitas menulis yang sedang kita lakukan, lalu beralih menuju aktivitas lain, melakukan apa saja kecuali menulis.

Masalahnya adalah, terkadang kita menulis tapi tidak tahu tujuan atau apa yang sebenarnya kita tulis, sehingga pantaslah kita mengalami kemandegan di tengah-tengah proses menulis. Bagi seorang penulis tulen, menentukan topik atau tujuan terlebih dahulu menjadi sebuah syarat untuk kemudahan proses demi proses dalam menulis hingga berhasil menuntaskan sebuah naskah utuh, meskipun mungkin tetap saja ada hambatan di dalamnya, setidaknya hambatannya tidak lebih buruk dari orang yang menulis tapi tidak tahu apa yang sebenarnya ia tulis.

Setelah tujuan menulisnya jelas, topik tulisan pun sudah jelas, maka teman-teman bisa menggunakan metode ini untuk mengatasi problem writer block, yakni menulis dengan metode "Menulis Cepat (Free Writing/Fast Writing)". Metode menulis cepat sangat membantu, serta ampuh menjadi jalan keluar bagi permasalahan sobat mengenai kemandegan ide, membantu mengatasi kondisi kertas kosong agar segera terisi dengan goresan tinta yang segar.

Bagaimana cara melakukannya?

Caranya sangat mudah, Sob. Metode ini harus terus diasah, dilatih, dan dibiasakan agar terbiasa.

Sebelum mulai menulis, silakan sobat jernihkan pikirannya terlebih dahulu, tenangkan diri, tenangkan hati, dan cari posisi yang nyaman untuk menulis.

Setelah semuanya siap, silakan sobat tentukan topik menulisnya yang nantinya akan dijadikan sebagai landasan bagi sobat dalam menulis.

Untuk mengetahui sampai mana batas kemampuan dalam menggunakan metode ini, kita bisa menggunakan alat pengatur atau penghitung waktu (timer). Katakanlah kita akan menulis dengan menggunakan metode ini dalam waktu sepuluh menit, lalu mulailah menulis dengan topik yang kita pilih sambil berpacu dengan waktu yang terus berjalan, hingga waktu benar-benar habis. Kita bisa melihat selama sepuluh menit yang padat itu kita habiskan untuk menulis topik yang kita tentukan, kita akan dituntut untuk menulis secepat mungkin dalam waktu sepuluh menit tersebut, tidak pernah diizinkan untuk berhenti mengumpulkan dan menuangkan gagasan-gagasan segar yang ada di kepala kita.

Saat timer berjalan, hindari memikirkan pengaturan kalimat dalam tulisan kita, memeriksa tata bahasa, membaca ulang atau pengulangan kembali, menyesuaikan tulisan dengan aturan kepenulisan. Untuk sementara hindari hal tersebut terlebih dahulu.

Karena cara penulisan ini, mungkin tulisan kita akan terlihat berantakan dan mengandung banyak kesalahan ejaan, tanda baca, tata kalimat yang tidak teratur, dan banyak melanggar aturan kepenulisan lainnya. Tidak apa-apa. Inilah letak hebatnya metode ini, membiarkan kita berada dalam kesalahan yang sangat membantu.

Mungkin pada saat menulis dengan menggunakan metode ini, kita akan mengalami keadaan dimana kita tidak dapat lagi berpikir tentang hal lain yang harus ditulis, atau mungkin jari jemari kita terasa pegal karena menulis terlalu cepat berpacu dengan waktu, jika hal tersebut terjadi, maka dalam metode ini yang harus kita lakukan adalah “TULIS SAJA !!!”. Menulislah secara kontinu walaupun apa yang kita tulis adalah “Aku tak tahu lagi apa yang harus aku tulis.” Tulis apa saja yang dapat ditulis, sampai benar-benar bertemu kembali dengan topik yang kita pilih di awal.

Ketika waktu telah habis, dan saat itulah kita benar-benar berhenti. Saat melihat kembali tulisan hasil dari metode tersebut, kita dapat melihat dua bagian tulisan, yang satu merupakan tulisan yang benar-benar seperti sampah, dan satunya lagi tulisan yang benar-benra memiliki sentuhan kebenaran dan kejelasan, tulisan murni dari gagasan kita yang brilian, dan itulah tulisan kita yang sesungguhnya, untuk kemudian dikembangkan dan diperbaiki sesuai kaidah kepenulisan.

Dalam menulis dengan cara menulis cepat, jangan berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang langsung sempurna, biarkanlah kata hati dan pikiran kita mengalir begitu adanya, hal ini akan membebaskan diri dari beban kekritisan dan kekhawatiran diri akan tulisan sendiri, sehingga kita bisa menyusun ide-ide dan pikiran dengan mudah dan mengalir.

Metode ini sangat membantu kita dalam mengatasi hambatan dalam menulis, tentunya lakukan metode ini sesering mungkin hingga terbiasa, lakukan dengan jenjang atau periode yang terus meningkat. Terutama untuk tulisan yang kompleks kita perlu membiasakan diri menggunakan metode ini.

Menulis cepat itu, menjernihkan pikiran, memusatkan gagasan-gagasan, dan membuat apa yang tersirat menjadi tersurat.

Mengatasi Writer Block atau Hambatan dalam Menulis dengan Metode Pengendalian Diri

Enterha.com-Mengatasi Writer Block dengan Metode Pengendalian Diri

Enterha.com - Writer block adalah penyakit yang pasti pernah dialami oleh seorang penulis, kemandegan ide, tersumbatnya gagasan dalam pikiran, terhentinya jari jemari ketika menulis, dan termenung menerawang sesuatu yang hampa dalam cakrawala pikiran. Gejala yang membuat seorang penulis terhambat untuk menulis.

Adakah teman-teman pembaca yang pernah mengalami hal demikian?

Kalau pernah, tulisan yang satu ini tepat sekali menjadi solusinya. Siapa tahu metode yang saya tulis pada postingan ini manjur dan berhasil mengatasi permasalahan writer block yang tengah sobat pembaca alami.

Di dalam diri manusia terdapat jiwa yang khas dan pikiran yang unik, keduanya berbakat dalam mendapatkan kepuasan mendalam karena menceritakan atau menuliskan sesuatu, terutama menceritakan sebuah kisah,  menerangkan bagaimana melakukan sesuatu, atau sekedar berbagi rasa dan pikiran lewat ungkapan dalam media tulisan atau berbicara. Dorongan untuk menulis sama besarnya dengan dorongan untuk berbicara, untuk mengkomunikasikan pikiran dan pengalaman kita kepada orang lain, minimalnya menunjukkan kepada mereka siapa diri kita.

Hal itu bisa kita buktikan dengan melihat bagaimana anak-anak kecil selalu mempunyai sesuatu untuk dikatakan, anak-anak tersebut sebenarnya adalah penulis alamiah yang masih polos. Yang mereka tulis kerap kali begitu segar dan mendalam, ia menulis hal yang murni dari hatinya. Tulisan yang mereka tulis dapat membuat orang-orang di sekitar mereka melihat segala sesuatu dengan cara yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.

Mungkin pada saat ini kita berada pada masa yang jauh dari masa anak-anak, yang mana anak-anak kecil dapat menuangkan kata-kata pada selembar kertas dengan berpikir sekejap saja. Tetapi meskipun keadaannya demikian, meskipun kita sudah bukan menjadi anak-anak lagi, percayalah, bahwa jauh di dalam lubuk hati kita, masih tetap hidup bakat penulis alamiah diri kita yang dulu.

Jadi, cara mengatasi hambatan dalam menulis dengan menggunakan metode ini adalah:

kita harus Jujur pada diri kita sendiri, jujur pada kata hati, jujur pada tulisan kita sendiri, dan menulislah dengan penuh percaya diri.

Dengan begitu kita akan mudah dalam menuangkan apa yang ada di hati dan pikiran ke dalam sebuah tulisan, berfokuslah pada kata hati dan kemurnian dari gagasan yang teman-teman miliki. Jangan hiraukan kekhawatiran yang kerap kali menghantui kita.

Jika kita pehatikan, sebagai kanak-kanak, pikiran kita berkecamuk dengan berbagai macam gagasan dan ide yang murni dan brilian. Namun pada kenyataannya saat ini, kita selalu berpikir bahwa gagasan-gagasan atau ide-ide unik yang kita miliki itu bodoh, hingga kita mencapai sebuah titik dimana sesuatu terjadi dan menutup aliran alamiah kreativitas yang kita miliki.

Kita terperangkap dalam perjuangan pikiran dengan gagasan kita dan kekritisan diri kita terhadap diri sendiri. Rasanya seperti berada di dalam kekalutan di mana kita berhadapan dengan banyak jalan buntu. Akhirnya kita diliputi rasa frustasi dan hanya duduk serta bersungut-sungut atau bahkan berpaling dari proses menulis dan beralih melakukan hal lain.

Bayangkan bahwa pikiran kita adalah tempat penyimpanan ide-ide panas, bergejolak, mendidih,  yang meletup-letup untuk dapat bebas keluar. Bendungan yang menahannya adalah hambatan penulis, begitu kuatnya bendungan itu sehingga ia benar-benar menghambat kita untuk menggoreskan pena di atas kertas dan mulai menulis, pada posisi seperti ini, janganlah berkecil hati, tidak mengalirnya ide-ide bukan berarti tidak ada!

Bayangkanlah bahwa suatu keretakan kecil muncul pada bendungan itu, dan ide-ide mulai merembes keluar, secara perlahan-lahan. Begitu besar tekanan di dalam rembesan itu sehingga keretakan itu menjadi semakin besar dan ide-ide panas nan bergejolak itu segera menyembur keluar. Akhirnya bendungan itu hancur dan banjir kata-kata keluar dengan derasnya, hingga menjadi lautan kreativitas.

Dari hal tersebut bisa kita simpulkan bahwa jalan keluarnya adalah: 

“Hancurkan bendungannya!” Ikuti kata hati dan jangan hiraukan segala macam kemungkinan buruk yang menghantui, jujur pada diri sendiri dan temukan kemurnian ide dan gagasan yang ada dalam benak kita. 

Dalam keadaan seperti ini, untuk mempermudah proses penulisan, kita bisa menggunakan metode menulis efektif, yang sudah saya tulis dalam artikel sebelumnya.

Semoga apa yang saya tulis dapat membantu aktivitas menulis yang sedang sobat jalani, terutama menjadi jalan keluar bagi teman-teman pembaca yang tengah bersusah payah berperang melawan writer block, kondisi blank saat menulis, atau berhadapan dengan hambatan-hambatan lainnya.

Tips Menulis yang Efektif hingga Menghasilkan Tulisan Berkualitas

Enterha.com - Tips Menulis yang Efektif

Enterha.com - Menulis bagi sebagian orang mungkin sudah menjadi hal yang biasa dan sangat mudah untuk dilakukan, bahkan bisa menghasilkan tulisan yang bagus, berkualitas, dan menarik setiap kali menulis dengan mudahnya. Tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses penulisan, karena seolah-olah otaknya telah dipenuhi dengan tulisan-tulisan yang siap untuk dituangkan, mengalir dengan sendirinya, tanpa hambatan. Benar-benar sangat efektif dalam menulis.

Loh, kok bisa seperti itu, ya? Bagaimana caranya? Apakah aku bisa seperti itu?

Tenang dulu... Jangan terburu-buru, rileks, santai, enjoy, kalau perlu sediakan kopi, dan nikmati tulisan ini sampai tuntas. Sadar atau tidak sadar, teman-teman akan menemukan jawabannya secara perlahan.

Tahukah Sobat? Bahwa dibalik itu semua, mereka yang mampu membuat sebuah tulisan yang bermutu dengan mudah itu sebenarnya telah melakukan berbagai macam pembelajaran. Mereka selalu berlatih dan berlatih, menjadikan menulis sebagai kebiasaan, dan pastinya selalu mengembangkan ilmu kepenulisannya. Percayalah bahwa segala sesuatu itu butuh proses, tidak ada yang instan, bahkan mie instan sekalipun dalam penyajiannya memerlukan sebuah proses. Benar begitu, Sobat?

Namun, saya nggak bisa menyulap sobat pembaca untuk langsung mahir menulis seperti para penulis hebat lainnya yang kita kenal, kecuali kalau sobat memang sudah punya basic menulis, sudah terbiasa menulis, atau bahkan sudah menjadi penulis hebat sebelum membaca tulisan ini. Itu sudah lain cerita, yah. Tapi percayalah, tulisan ini akan sangat membantu dalam melakukan aktivitas menulis.

Pada postingan kali ini, saya akan berbagi kepada sobat pembaca yang budiman, tentang bagaimana cara menulis yang efektif hingga kita bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas.

Silakan sobat simak uraian berikut ini!

Pengertian Majas, Jenis-Jenis Majas, Macam-Macam Majas, dan Contohnya

Enterha.com - Pengetahuan - Majas

Enterha.com - Tidak bisa dipungkiri, seringkali kita menjumpai istilah majas dengan berbagai pernak-perniknya yang membingungkan bagi sebagian orang. Apalagi jika teman-teman tengah duduk di bangku sekolah, jangan heran jika dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kita sering dihadapkan pada materi mengenai majas.

Sehingga timbullah pertanyaan dalam benak kita yang merasa masih awam tentang majas. Apa itu majas? Sudah sejauh mana kita memahaminya? Apa Pengertiannya? Apa saja jenis-jenisnya? Ada berapa macam majas? dan Bagaimana penerapan atau contohnya?

Bagi teman-teman pembaca yang belum terlalu paham mengenai majas, sekarang tidak perlu khawatir lagi, karena dalam tulisan ini akan dibahas secara lengkap mengenai majas, berdasarkan pengalaman penulis dalam mempelajarinya.

Pengertian Majas 


Majas adalah gaya bahasa yang digunakan oleh seorang penulis dalam menulis sebuah karya sastra dengan tujuan untuk menyampaikan pesan secara imajinatif dan kias, serta dapat memberikan efek tertentu bagi pembaca dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pengertian majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain (kiasan).

Menurut Wikipedia, pengertian majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek yang membuat karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Pengklasifikasian Majas 


Berdasarkan penggolongannya, macam-macam majas terbagi menjadi empat kategori diantaranya, majas perbandingan; majas pertentangan; majas sindiran; dan majas penegasan.

Tidak sampai di situ, ke-empat macam majas itu masih dibagi lagi menjadi beberapa majas turunan. Mari kita bahas satu per satu.

1. Majas Perbandingan 


Majas perbandingan adalah majas (gaya bahasa) yang menyatakan perbandingan. Proses pembanding tersebut diungkapkan dengan cara yang berbeda, bergantung pada pengguna bahasa (penutur).

Macam-macam majas perbandingan, diantaranya:

1.1. Majas Asosiasi 


Majas perumpamaan diungkapkan dengan maksud mengadakan perbandingan terhadap dua hal yang secara mutlak berbeda, namun dianggap sama. Penggunaan majas ini bisa ditandai dengan kata bagai; bak; seperti; seumpama; laksana.

Contoh Majas Asosiasi:

  • Pendiriannya kuat bagaikan batu karang
  • Menggapai mimpinya itu, bagai punuk rindukan bulan
  • Wataknya keras seperti batu
  • Wajahnya putih bersih seperti susu

1.2. Majas Metafora


Majas metafora adalah gaya bahasa yang memberikan ungkapan perbandingan analogis. Penggunaan majas metafora ditandai dengan pemakaian kata yang bukan makna sebenarnya seperti kata tangan kanan; kembang desa; bintang kelas.

Contoh Majas Metafora:

  • Beberapa pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Budi.
  • Ajeng memang kembang desa di kampung ini, wajar banyak pemuda yang ingin memperistrinya.
  • Prestasi Udin yang selalu menjadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya.
  • Singa memang kuat, sehingga pantas kalau ia dijuluki raja hutan


1.3. Majas Personifikasi


Majas personifikasi adalah majas yang memunculkan karakteristik manusia kepada benda mati, sehingga benda mati tersebut seolah memiliki nyawa layaknya manusia.
Diantara kata yang menandai majas personifikasi diantaranya, angin berbisik; pena menari; langit menangis; matahari tersenyum; awan murung.

Contoh Majas Personifikasi:

  • Angin yang berbisik seolah menyampaikan pesanmu untuuku Ayah.
  • Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-nari diatas kertas.
  • Langit ikut menangis dengan beberapa bencana yang melanda beberapa waktu ini.
  • Terlihat awan mulai murung, bertanda hari akan turun hujan


1.4. Majas Alegori


Majas alegori adalah majas perbandingan yang berkaitan satu dengan yang lain. Majas alegori lebih sering ditemukan pada beberapa paragraf dalam karya sastra seperti cerita pendek atau novel.
Penggunaan majas alegori ditandai dengan pengungkapan dalam cerita yang penuh simbol bermuatan moral.

Contoh Majas Alegori:

  • Merawat seorang anak itu ibarat memelihara sebuah pohon. Ketika menyiraminya dengan pupuk yang baik, maka pertumbuhannya juga akan baik, sehingga berbuah manis.
  • Seorang guru adalah Nahkoda bagi murid-muridnya. Ketika sang nahkoda tepat jalur, maka kemudi pun akan tenang-tenang saja.
  • Menjaga nama baik ibaratnya merawat kertas putih, sedikit saja ada titik disana pasti akan terlihat.
  • Ibarat alat dapur, perlakuan otak seperti pisau, semakin sering diasah ia akan semakin tajam   


1.5. Majas Simbolik


Majas simbolik adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda yang lain, perbandingan hewan atau dengan tumbuhan.

Contoh Majas Simbolik:

  • Rumah mewah di ujung jalan Surapati semalam ludes dilahap si jago merah.
  • Sebab seringnya ia berhutang pada lintah darat, alhasil tahun ini dipastikan tokonya bangkrut.
  • Sebutan buaya darat yang menempel pada Tono membuatnya susah mendekati hati perempuan idamannya
  • Semakin kaya saja pengusaha bangunan itu, seluruh pegawainya berotot kuda besi
  • Tingkah lakunya seperti bunglon saja, tidak pernah punya pendirian


1.6. Majas Metonimia


Majas metonimia adalah majas yang menggunakan label sebuah merk dagang untuk menggantikan benda tersebut dalam kalimat.

Contoh Majas Metonimia:

  • Kakek tua yang berpenyakit asma itu masih saja menghisap Djarum (rokok).
  • Biasanya Ayah membawa Aqua sebagai bekal saat olahraga pagi.
  • Bibi terbang dengan Garuda ke Surabaya
  • Kapal Api memang nikmat jika diseduh sore-sore begini
  • Setiap menonton televisi tidak lupa ia siapkan dua kelinci favoritnya.


1.7. Majas Sinekdoke


Majas sinekdoke adalah majas yang menyebut sebagian untuk menggantikan keseluruhan, atau sebaliknya.

Majas sinekdoke terdiri dari dua kategori:

  1. Majas pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
  2. Majas totem pro parte, yaitu majas yang menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.


Contoh Majas Sinekdoke:

  • Tiket masuk konser band luar negeri itu dijual Rp 250.000. per kepala.
  • Batang hidung pengacara gadungan itu belum juga terlihat di ruang sidang.
  • Kabarnya setiap ibu hamil untuk tahun ini mendapat bantuan dana Rp 1.500.000 per orang.
  • Harga ikan tuna dipasaran semakin melonjak saja, kemarin sudah mencapai 100.000 per ekornya.


Contoh Penggunaan Totem Pro Parte dalam kalimat:

  • Para personil POLRI sudah siaga menjaga demonstran yang hendak berunjuk rasa pagi ini.
  • Anggota Darmawanita kota Cirebon sedang menyiapkan lomba memasak untuk memeringati hari Ibu.
  • Skuad Jerman berhasil dikalahkan oleh Portugal pada pertandingan semifinal semalam.
  • Kampung halaman kami menjuarai lomba panjat pinang se kelurahan


1.8. Majas Simile


Majas simile adalah majas yang menggunakan kata depan dan penghubung untuk menerangkan perbandingan eksplisit.

Contoh Majas Simile:

  • Mentalnya tangguh seperti baja, membuatnya semakin idealis
  • Seperti belut saja kelakuannya, gesit kemana-mana.
  • Kedekatan mereka seperti sepasang kekasih yang tengah berbahagia.
  • Kehadiran sosok Ibu dalam sebuah keluarga seperti cahaya bulan yang menerangi gelapnya malam.
  • Dua kakak beradik itu seperti air dan minyak, bertengkar saja kerjaannya.


2. Majas Pertentangan


Majas pertentangan atau gaya bahasa sindiran adalah penggunaan majas sebagai ungkapan untuk menyatakan suatu hal yang bertolak belakang dengan keadaan yang sebenarnya.

Majas pertentangan dikategorikan menjadi beberapa jenis, diantaranya majas antithesis; majas paradoks; majas hiperbola; dan majas litotes. Pada ulasan berikut ini akan dijelaskan mengenai keempat kategori majas pertentangan tersebut.

2.1. Majas Antitesis


Majas antitesis adalah majas yang menggunakan dua kata yang berlawanan untuk mengungkapkan suatu pertentangan.

Contoh Majas Antitesis:

  • Baik buruk seseorang itu tidak bisa kita nilai dari penampilan saja.
  • Cantik atau jelek rupa seorang wanita bisa terlihat dari cara ia menggunakan hatinya.
  • Lapang atau sempitnya rezeki itu bergantung pada usaha kita dalam bekerja.
  • Tua atau muda boleh ikut meramaikan gerak jalan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Menang atau kalah bukan suatu masalah karena yang utama adalah pengalaman.


2.2. Majas Paradoks 


Majas paradoks adalah jenis majas yang mengungkapkan pernyataan mengenai dua hal yang seolah bertentangan, tetapi mengandung kebenaran yang terdapat didalamnya.

Contoh Majas Paradoks:

  • Bisa saja tempat yang berbahaya adalah tempat yang paling aman.
  • Dia hanya bisa tersenyum, meski hatinya menangis saat kehilangan sahabatanya.
  • Meski dalam keramaian kota, masih saja dirinya merasa sendiri usai kehilangan anak semata wayangnya.
  • Tanpa kehadiran buah hati jelas saja rumah tangga akan terasa sepi meski tengah merayakan kebahagiaan dengan meriah.


2.3. Majas Hiperbola


Majas hiperbola termasuk majas yang sering digunakan oleh beberapa pengguna bahasa untuk mengungkapkan pertentangan. Majas hiperbola ditandai dengan pernyataan berlebihan dan melampaui kenyataan yang ada.

Contoh Majas Hiperbola:

  • Air matanya mengalir deras saat beradu pandang dengan ayah kandung yang telah sepuluh tahun meninggalkannya.
  • Hatinya pasti seperti disayat sembilu saat mendengar hinaan itu.
  • Suaranya begitu menggelegar saat menjadi personil upacara minggu lalu.
  • Usianya yang sudah tua renta membuat kesehatan kakek menurun, kini tubuhnya tinggal kulit dan tulang saja.
  • Mendengar kabar penipuan itu, Ayahnya mengamuk dan membakar kemarahannya pada seisi rumah.


2.4. Majas Litotes


Majas litotes adalah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan cara merendahkan diri dari kenyataan yang sesungguhnya. Hal tersebut dikarenakan menghormati lawan tutur.

Contoh Majas Litotes:

  • Beruntung sekali Pak Bupati sudi mampir ke gubug saya.
  • Saya hanya orang desa, wajar bila merasa bangga bisa bersekolah di kota.
  • Hanya air yang bisa kami suguhkan kepada kalian.
  • Janganlah Anda bertanya pada orang bodoh seperti kami.


2.5. Majas Akronisme


Majas akronisme adalah majas pertentangan yang ditandai dengan munculnya ketidaksesuaian antara kejadian dengan masa kejadian tersebut.

Contoh Majas Akronisme:

  • Kalau saja prajurit perang kerajaa Majapahit memakai pistol saat berperang, mungkin sejarah akan lain sekarang.
  • Mungkin saja perang Baratayudha tak berakhir demikian jika saat itu GPS sudah bisa digunakan.


2.6. Majas Oksimoron


Majas oksimoron adalah majas yang masing-masing bagian kalimatnya mengungkapkan hal bertentangan.

Contoh Majas Oksimoron:

  • Harta bisa membuat bahagia, tapi harta juga bisa membawa penderitaan.
  • Ilmu akan membuatmu pandai, tapi bisa saja ilmu membodohkanmu jika salah dalam mengaplikasikannya.


3. Majas Sindiran 


Majas sindiran adalah gaya bahasa yang dipakai oleh penutur bahasa dengan maksud menyindir lawan tutur atau pihak ketiga.

Beberapa yang termasuk dalam kategori macam-macam majas sindiran adalah: majas ironi; majas sinisme; dan majas sarkasme. Mari kita lihat penjelasannya.

3.1. Majas Ironi


Majas ironi ditandai dengan munculnya ungkapan sindiran oleh penutur yang bertentangan dengan keadaan sebenarnya.

Contoh Majas Ironi:

  • Rajin sekali kamu, siang bolong begini baru bangun tidur.
  • Cantik sekali gaya rambutmu, sampai aku enggan menirunya.
  • Sungguh enak makanan ini, sampai anakku tidak habis memakannya.
  • Bagusnya kostum yang kau kenakan, pasti harganya murah.


3.2. Majas Sinisme


Majas sinisme adalah majas yang dipakai dengan maksud menyindir secara tidak langsung. Sinisme diungkapkan menggunakan kosakata yang kurang santun.

Contoh Majas Sinisme:

  • Perilakumu tidak mencerminkan pendidikanmu yang sudah sarjana.
  • Tidak bisa ya menulis lebih baik lagi, tulisanmu seperti orang yang baru bisa menggunakan pensil.


3.3. Majas Sarkasme


Majas sarkasme adalah majas sindiran paling kasar. Penggunaan majas ini seringkali dimaksudkan untuk sengaja menyakiti lawan tutur.

Contoh Majas Sarkasme:

  • Gajah bengkak tidak seharusnya ada disini!
  • Buang saja foto lamamu itu, muak aku melihatnya!
  • Badanmu bau sekali, hingga membuat perutku mual karena bau badanmu yang busuk itu.
  • Aku tidak akan sudi lagi datang ke rumahmu, karena rumahmu sangat kotor, sempit, dan panas.


4. Majas Penegasan


Fungsi utama majas ini adalah menegaskan kepada lawan tutur atas sesuatu hal. Majas penegasan bermaksud memunculkan kesan idealis dan terkadang bersifat provokatif kepada pendengarnya

Beberapa majas yang tergolong dalam macam-macam majas penegasan antara lain, pleonasme; repetisi; paralelisme; tautologi; klimaks; antiklimaks; dan retorik.

4.1. Majas Pleonasme


Majas pleonasme adalah majas penegasan yang ditandai dengan penggunaan kata denotasi (sudah jelas maknanya), namun dipertegas lagi pada kalimat berikutnya.

Contoh Majas Pleonasme:

  • Ayo Apri, giliranmu maju ke depan untuk baca puisi ini.
  • Andai saja dia berani masuk ke dalam ruangan Kepala Sekolah, pastilah hukumannya bisa jadi ringan.
  • Para bapak-bapak sekalian diharapkan untuk mengisikan formulirnya.
  • Saodah segera turun ke bawah ketika aku memanggilnya.


4.2. Majas Repetisi


Majas repetisi adalah majas yang menggunakan kata berulang pada suatu kalimat. pengulangan bisa pada kata, frasa, maupun klausa. Hal tersebut disebabkan majas repetisi bermaksud untuk memberikan penekanan.

Contoh Majas Repetisi:

  • Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi dewasa.
  • Bung Karno adalah contoh, Bung Karno adalah panutan, Bung Karno adalah suri tauladan kita semua.


4.3. Majas Paralelisme


Majas paralelisme adalah majas perulangan dalam satu kalimat dan tersusun dalam baris kata yang berbeda. Majas paralelisme bisa ditemukan dalam karya sastra puisi.

Contoh Majas Paralelisme:

Contoh 1:
Senja ini begitu manis
Senja ini begitu indah
Senja ini begitu berkesan

Contoh 2:
Wajahnya tampan
Wajahnya memang menawan
Wajahnya begitu rupawan

4.4. Majas Tautologi


Majas tautologi adalah gaya bahasa penegasan yang ditandai dengan adanya pengulangan sinonim.

Contoh Majas Tautologi:

  • Harusnya kau bisa kuat dan tegar menghadapi setiap masalah.
  • Ubah pemikiranmu, tidak semestinya hatimu kau biarkan dingin apalagi sampai beku.


4.5. Majas Klimaks


Majas klimaks adalah majas yang mengungkapkan hal secara berturut-turut dan semakin lama semakin meningkat.

Contoh Majas Klimaks:

  • Dari kecil hingga dewasa, hobinya memancing masih saja dipertahankan.
  • Dosen, Kajur, bahkan Dekan seharusnya mampu mengatasi masalah intern perselisihan antar mahasiswanya.


4.6. Majas Antiklimaks 


Majas Antiklimaks adalah majas yang berkebalikan dari majas klimaks. Antiklimaks ditandai dengan munculnya kata yang berturut-turut semakin menurun.

Contoh Majas Antiklimaks:

  • Kalau saja Camat, Lurah, bahkan RT mampu bersosialisasi dengan baik, pasti acara pentas seni di wilayah kita bisa berjalan lancar.
  • Jangan hanya bicara Negara, seharusnya dari provinsi, kota, hingga pedesaan adalah tanggung jawab seluruh warga.


4.7. Majas Retorik 


Majas retorik adalah majas yang penggunaannya dapat dilihat pada kalimat pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.

Contoh Majas Retorik:

  • Haruskan Ibu mengajarkan materi SD pada kalian semua yang sudah menjadi mahasiswa?
  • Kalau kamu tidak belajar, mau jadi apa kamu nanti?
  • Aku dengar kemarin kamu jatuh dari motor, apakah sakit?


4.8. Majas Elipsis


Majas elipsis adalah majas yang menghilangkan unsur dalam sebuah kalimat.

Contoh Majas Elipsis:

  • Ibu ke pasar (predikat "belanja" dihilangkan)
  • Ayah ke kantor (predikat "pergi" dihilangkan)


4.9. Majas Koreksio


Majas koreksio adalah majas yang diungkapkan penutur untuk menarik perhatian dengan menyanggah kalimat sebelumnya dan memunculkan kalimat baru sebagai pembenaran.

Contoh Majas Koreksio:

  • Sebenarnya sudah hampir enam tahun, maaf, sepertinya lebih dari enam tahun keluarga kami menumpang di tanah milik negara ini.
  • Sudah lama tidak berjumpa, mungkin usia anak itu kini sudah enam belas tahun, atau mungkin tujuh belas tahun.
  • Sudah lebih dari dua jama saya menunggu di sini, atau mungkin lebih dari tiga jam.


4.10. Majas Inversi


Majas inversi adalah majas yang didalamnya terdapat pergantian susunan kata pada kalimat.

Contoh Majas Inversi:

  • Ayah saya pengacara, pengacara Ayah saya.
  • Ibu saya guru matematika, guru matematika ibu saya.
  • Dia seorang Dokter, Seorang Dokter dia.
  • Hidupnya kini menderita, menderita kini hidupnya.


4.11. Majas Interupsi


Majas interupsi adalah majas yang ditandai dengan munculnya keterangan tambahan pada masing-masing unsur kalimat.

Contoh Majas Interupsi:

  • Wanita yang tadi kemari, memakai jaket merah serta tas punggung berisi banyak peralatan rias itu ternyata adalah seorang dokter. Tidak disangka memang, penampilannya seperti remaja masa kini.
  • Pak Agus, lurah desaku, orangnya sangat ramah. 


Penutup 


Sekian pembahasan mengenai majas yang sudah saya paparkan dengan lengkap. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat memudahkan teman-teman pembaca dalam memahami materi mengenai majas. Disamping itu, artikel ini juga bisa dijadikan sebagai referensi materi tentang majas atau gaya bahasa yang sering kita temukan dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah maupun di perguruan tinggi.