Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen beserta Pengertiannya

Enterha - Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen beserta Pengertiannya

Enterha.com - Pada postingan kali ini kita akan belajar mengenai unsur-unsur penting yang harus diperhatikan dalam membuat cerpen.

Unsur-unsur cerita pendek itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Keduanya akan saya bahas secara lengkap beserta pengertiannya pada tulisan ini.

Mungkin sudah tidak asing bagi kita dengan istilah cerpen (Cerita Pendek) yang memiliki arti sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk tulisan yang pendek, biasanya memaparkan kisah atau cerita tentang kehidupan manusia.

Sekarang cerpen sudah menjadi bahan bacaan populer yang digemari oleh masyarakat pada umumnya dalam mengisi waktu-waktu luang yang singkat, karena cerpen diperuntukkan sebagai bahan bacaan sekali duduk.

Cerita pendek yang hanya terdiri dari 500 – 20.000 kata, mengandung satu konflik, satu plot, satu watak, dan satu kesan didalamnya. Membuat cerpen menjadi bahan bacaan ringan yang cocok menemani sobat pembaca di sela-sela waktu luang atau waktu menunggu yang terbilang sebentar.

Meskipun ceritanya pendek, cerpen memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri, karena pada cerpen setiap paragrafnya menyajikan kesan yang dalam dan padat  secara terus menerus sampai pada paragraf terakhir. Cerpen menyajikan ceritanya dengan ketat tanpa basa-basi yang  berlebihan sehingga tiap paragrafnya menimbulkan kesan yang membuat pembaca ingin terus membacanya hingga akhir.

Untuk dapat menciptakan karya tulis cerpen yang baik, menarik, berkualitas, dan bisa diterima dengan baik oleh kalangan pembaca, maka kita perlu memperhatikan beberapa unsur penting dalam pembuatannya.

Adapun unsur-unsur tersebut berserta penjelasannya adalah sebagai berikut.

Unsur Intrinsik


Unsur Instrinsik Cerpen adalah unsur pembangun cerpen yang berasal dari dalam cerita itu sendiri. Kalau kita ibaratkan sebuah bangunan maka unsur intrinsik merupakan komponen bangunannya.

Unsur intrinsik terdiri dari tema, alur atau plot, tokoh penokohan, latar cerita, dan sudut pandang. 

Mari kita bahas satu per satu.

Tema


Tema adalah gagasan inti atau ide pokok pikiran utama yang melandasi sebuah cerita. Tema merupakan dasar terbentuknya sebuah cerita. Tema haruslah menjadi pusat dalam rangkaian pembuatan cerpen, agar cerpen yang kita buat tidak keluar dari dasar cerita yang sudah kita tentukan di dalam sebuah tema.

Tema bisa dianalogikan sebagai pondasi sebuah bangunan, Jika teman-teman membuat bangunan tanpa pondasi, teman-teman bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi. Sama halnya dengan membuat cerpen, unsur yang harus kita perhatikan pertama kali adalah tema, sebuah pondasi cerita untuk membuat cerita yang kokoh dan kuat.

Tema bisa menjadi pesan inti atau pesan utama pengarang yang ingin disampaikan kepada pembaca, tapi sayangnya pesan itu tidak bisa disampaikan secara gamblang atau final, harus melalui serangkaian cerita yang tersusun di atas  dasar temanya itu sendiri. Dan pengarang bisa saja hanya menyampaikan permasalahan hidupnya, untuk menyikapi dan menyelesaikan permasalahannya terserah pembaca.

Alur atau Plot


Alur adalah rangkaian peristiwa yang menjadi jalannya sebuah cerita, saling sambung menyambung memliki keterkaitan dimulai dari tahap orientasi sampai ke tahap klimaks dan penyelesaian (anti klimaks).

Alur dibagi menjadi tiga, ada alur maju (rangkaian cerita yang bergerak maju sesuai urutan waktu atau peristiwa), alur mundur (alur yang menceritakan tentang masa lampau), dan alur campuran (gabungan antara alur maju dan alur mundur dalam satu cerita).

Sedangkan plot, singkatnya adalah sebab-akibat  atau sebuah aktivitas untuk mencapai yang diinginkan. Semua cerita yang terjadi didalam cerita pendek harus berdasarkan hukum sebab-akibat.

Dalam membuat cerpen, plot yang biasa digunakan adalah plot ketat. Artinya bila salah satu jalan cerita ditiadakan maka jalan cerita menjadi terganggu, bisa-bisa jadi gak nyambung dan sulit untuk dipahami.

Tokoh Penokohan


Tokoh adalah pelaku atau pemeran dalam sebuah cerita. Penentuan tokoh dalam membuat cerpen juga perlu diperhatikan agar cerpen yang kita buat berkesan di mata para pembaca. Karena tokoh memiliki peran penting dalam sebuah cerita.

Setiap tokoh tidak lepas dari yang namanya penokohan, atau bisa kita sebut perwatakan yang ada pada tokoh. Perlu sobat ketahui bahwa penokohan merupakan kekuatan sebuah cerpen.

Pada dasarnya sifat tokoh dalam cerita ada dua macam, yaitu sifat lahir (rupa, bentuk) dan sifat batin (watak, karakter).

Kita dapat mengetahui sifat tokoh dalam cerita dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Perbuatan, perkataan, dan pemikiran tokoh dalam cerita;
  • Kesan tokoh lain terhadap tokoh utama dalam cerita;
  • Tempat tokoh tersebut berada;
  • Benda-benda di sekitar tokoh;
  • Deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang atau penulis.

Latar atau Setting


Latar merupakan segala keterangan mengenai waktu, tempat, dan suasana dalam sebuah cerita. 

Latar memiliki keterkaitan erat dengan ide pokok atau tema dalam cerita. Dengan perpaduan antara latar dan tema yang baik dan tepat maka akan menghasilkan cerpen yang memiliki nilai kualitas yang tinggi, tentunya ditambah dengan kemampuan dan keuletan kita dalam mengolahnya.

Latar dalam cerita terbagi menjadi tiga, yakni latar waktu (pagi, siang, sore, malam, masa lalu, masa kini, masa depan, menunjukkan pukul, dsb.), latar tempat (di sekolah, di lapangan, di rumah, di perpustakaan, menunjukkan tempat, dsb.), latar suasana (senang, sedih, gembira, terharu, dsb.).

Sudut Pandang/POV (Point of View)


Salah satu unsur yang tidak bisa ditinggalkan dalam penulisan cerpen adalah peranan sudut pandang tokoh yang dibangun oleh penulis. Sudut pandang merupakan teknik bercerita yang dituangkan oleh penulis atau cara penulis dalam menyampaikan visinya dan menempatkan diri di dalam sebuah cerita.

Beberapa jenis sudut pandang di antaranya,
  • Sudut pandang orang pertama: penulis menggunakan sudut pandang “aku atau saya”
  • Sudut pandang orang ketiga: penulis menggunakan sudut pandang “ia atau dia” atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya.
  • Sudut pandang campuran: penulis menggabungkan antara sudut pandang orang pertama dengan sudut pandang orang ketiga.

Unsur Ekstrinsik


Selain unsur instrinsik yang telah kita bahas tadi, adapula unsur pembangun cerpen yang tidak boleh kita lewatkan demi menyajikan cerpen yang baik, unsur tersebut adalah unsur ekstrinsik.

Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra cerpen dari luar. 

Unsur ekstrinsik cerpen terbagi menjadi tiga, yaitu latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang, dan nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen.

Untuk penjelasannya silakan simak tulisan berikut ini.

Latar Belakang Masyarakat


Latar belakang masyarakat atau unsur sosial adalah faktor lingkungan masyarakat yang mempengaruhi penulis dalam menuliskan cerpennya.

Faktor ini datangnya dari lingkungan masyarakat tempat penulis tinggal, seperti ideologi negara, kondisi politik suatu negara, kondisi ekonomi suatu negara, kondisi sosial suatu negara, dan lain sebagainya.

Latar Belakang Pengarang


Latar belakang pengarang adalah segala hal yang berkaitan dengan penulis cerpen itu sendiri, seperti asal-usul penulis, pendidikan penulis, agama penulis, kondisi ekonomi penulis, kondisi sosial penulis, kondisi psikologisnya dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan latar belakang penulis. 

Unsur ini merupakan faktor dalam diri penulis yang menjadi latar belakang ia menulis sebuah cerpen.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Cerpen


Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen merupakan pesan moral, pelajaran, atau amanat yang terkandung di dalam cerpen serta menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi ditulisnya sebuah cerpen. 

Adapun macam-macam nilai yang terkandung dalam cerpen, yaitu nilai agama, nilai sosial, nilai moral, dan nilai budaya. 

4 komentar

  1. Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat dan membantu. :)

      Hapus
  2. Jadi tambah belajar mengenai cerpen nih.. Makasih ya.. Semoga semakin bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Kak. Terima kasih atas doa dan dukungannya. :)

      Hapus


EmoticonEmoticon